Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

DASAR-DASAR PENGUKURAN



Keterampilan seseorang dalam melakukan proses pengukuran dan analisis pengukuran sangat bergantung dengan keahlian operator dalam pengetahuan dan cara melakukan pengukuran. Sementara itu dalam metrologi industri sangat banyak sekali macam-macam alat ukur, baik itu alat ukur secara umum atau alat ukur yang dibuat secara khusus untuk pengukuran tertentu.

Kemampuan seorang operator tidak hanya sebatas teori saja melainkan dia harus mampu menggunakan alat ukur tersebut atau dengan kata lain dia mampu mempraktekkan nya.

Secara garis besar alat ukur dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok:
1. Alat ukur Linier Langsung
2. Alat ukur Linier tak langsung
3. Alat ukur sudut

SIFAT UMUM ALAT UKUR

Alat ukur adalah alat yang mana dibuat oleh manusia, barang tentu ada ketidaksempurnaan dalam pembuatan alat ukur tersebut.

Ketidaksempurnaan ini tidak bisa dihilangkan, hanya saja dibatasi penyimpangannya dengan batas-batas tertentu, ketika alat ukur tersebut diproduksi sudah dalam kategori layak untuk digunakan dan dijual ke pasaran.

Beberapa sifat-sifat alat ukur adalah:

1. Kalibrasi

Kalibrasi merupakan upaya mencocokkan harga-harga atau nilai-nilai yang tercantum dalam skala dengan harga-gahar atau nilai-nilai standar.

Kalibrasi ini tidak hanya dilakukan terhadap alat-alat ukur yang baru, tetapi dilakukan secara periodik terhadap alat-alat ukur yang sudah dipakai, ini terjadi karena selama pemakaian kemungkinan terjadi deformasi , atau perubahan bentuk alat ukur tersebut maka secara berkala harus di kalibrasi ulang.

Klasifikasi kalibrasi mempunyai tingkatannya tergantung daripada tingkat ketelitian barang produksi yang kita ukur, maka dalam proses kalibrasi kita di rekomendasikan ke tempat meteometr industri yang mempunyai otorisasi.

2. Sensitivitas

Ialah kepekaan atau kemapuan suatu alat ukur untuk merasakan suatu perbedaan yang relatif kecil terhadap harga yang diukur.

3. Readability

Dari namanya juga Read bertani mudah dibaca, yaitu kemampuan alat ukur dalam menunjukkan garis ukur atau angka pada alat ukur ketika proses pengukuran hasilnya mudah dibaca.

4. Zero stability 

Ketika proses pengukuran berjalan maka alat ukur tersebut harus kembali menunjukkan angka nol, alat ukur dengan dial indikator yang sering mengalami gejala ini bila tidak kembali kepada angka nol setelah pengukuran maka alat ukur tersebut harus di kalibrasi.

5. Floating 

Ketika proses pengukuran jarum penunjuk nilai ukuran selalu berubah atau dalam pengukuran dengan alat ukur digital angka yang muncul tidak stabil atau tidak berubah-ubah.

Biasanya sifat ini terjadi terhadap alat ukur yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi.

Post a Comment for "DASAR-DASAR PENGUKURAN"