Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bentuk Organisasi Maintanance


Pemeliharaan sebagaimana yang telah dijelaskan pada postingan sebelumnya, harus dirancang dengan pendekatan secara teknik, geografis, dan personal yang ada. Namun harus memperhatikan aturan dasar yang telah disusun secara resmi. Selain itu ada beberapa aturan umum yang mengatur bagaimana departemen pemeliharaan teknik akan disusun. Hal yang penting diperhatikan juga bahwa struktur organisasi ini juga tidak disusupi dengan keruwetan pembatasan birokrasi didalam pabrik tersebut.

Kemudian penyusunan garis wewenang, tanggung jawab, dan akuntabilitas sama pentingnya dan harus disusun secara tegas dan jelas. Selanjutnya kondisi ideal setiap oraganisasi di kondisikan denga situasi pabrik sekarang, dan staf pegawai berinteraksi dengan baik dan semangat kerja yang tinggi sehingga memungkinkan oraganisasi ini akan semakin maju dan keberhasilan semakin  dekat.

Berikut adalah barometer untuk mengukur dan meninjau konsep dasar teori yang perlu di implementasikan sejak awal.

1. Membuat wewenang secara jelas untuk menghindari tumpang tindih. Otoritas dapat dibagi secara fungsional, geografis, atau atas dasar kemanfaatan; selain itu juga dapat bertumpu pada kombinasi ketiganya. Tetapi harus ada definisi yang jelas tentang garis demarkasi untuk menghindari kebingungan dan konflik yang dapat terjadi akibat tumpang tindih kewenangan, terutama dalam hal jabatan sebagai asisten staf.

2. Pertahankan garis wewenang dan tanggung jawab vertikal sesingkat mungkin. Penumpukkan lapisan pengawasan menengah, atau pemakaian pembantu staf khusus yang berlebihan, harus diminimalkan. Ketika praktik-praktik semacam itu dirasa penting, maka jelas bahwa pembagian tugas yang jelas harus ditetapkan.

3. Mengatur jumlah orang yang dilaporkan secara optimal ke satu orang. Organisasi yang baik membatasi jumlah orang yang melapor ke pengawas tunggal antara tiga dan enam. Tentu saja ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi batasan ini dan yang bergantung pada seberapa banyak pengawasan aktual diperlukan. Satu orang dapat mengarahkan kegiatan dua belas orang atau lebih.

Konsep dasar barometer diatas berlaku tidak hanya untuk jenis organisasi maintanance, melainkan semua jenis organisasi, selain faktor-faktor diatas bisa juga faktor yang biasa terjadi didalam perusahaan untuk mengukur bagaimana sebuah organisasi berjalan.

Berikut merupakan ukuran keberhasilan sebuah organisasi yang didapat dari kebiasaan atau tolak ukur secara umum untuk sebuah perusahaan atau pabrik.

1. Jenis Operasi. Pemeliharaan memungkinkan dominan pada satu area misalkan bangunan, peralatan mesin, peralatan proses, pipa-pipa saluran, atau elemen listrik. Semuanya merupakan tanggung jawab organisasi untuk memelihara area tersebut, sehingga diperlukan pengawasan-pengawasan.

2. Kelangsungan Operasi. Mengatur sedemikan rupa apakah sebuah pabrik beroperasi selama 5 hari per minggu, atau 7 hari perminggu dalam 3 shift, ini semua perlu dipertimbangkan dengan jumlah personel yang ada agar departemen pemeliharaan teknik terstruktur dalam jumlah personel yang ada.

3. Situasi Geografis. Perawatan yang bekerja secara baik dilakukan secara menyeluruh terhadap luasnya pabrik, terutama pada area-area penting pada pabrik.

4. Ukuran Pabrik. Ukuran tanaman akan menentukan jumlah karyawan pemeliharaan yang dibutuhkan dan jumlah pengawan area ini. Memang sangat penting untuk menambah subdivisi dan staf pada lini ini untuk menutupi kebutuhan overhead pemeliharaan pabrik.

5. Lingkungan Departemen Pemeliharaan Pabrik. Lingkup ini adalah fungsi langsung dari dari kebijakan manajemen. Dimasukkannya tanggun jawab untuk sejumlah fungsi sekunder yang memungkinkan penambahan tenaga kerja dan pengawasan.

6. Tingkat Pelatihan dan Keandalan Tenaga Kerja. Karakteristik ini memiliki dampak yang sangat kuat pada organisasi pemeliharaan karena menentukan berapa banyak pekerjaan yang dapat dilakukan dan seberapa baik pekerjaan tersebut dipertunjukkan. Dalam indutri dimana peralatan canggih mendominasi, misalkan terjadinya keausan yang tinggi dan insiden kegagalan lebih tinggi, maka perlu dibutuhkan mekanik dan supervisor yang banyak pula untuk menghindari terhentinya mesin berlarut-larut.

Faktor-faktor ini sangat penting dalam mengembangkan organisasi departemen pemeliharaan yang sehat. Maka dari itu diperlukan koordinasi yang baik dibeberapa bidang sehingga akan menghasilkan operasi yang tertib namun tetap masih ada fleksibilitas yang memadai untuk modifikasi sesuai dengan kebutuhan.





Post a Comment for "Bentuk Organisasi Maintanance"