Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MEMASANG RIVET

Dalam pemasangan rivet ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu diantaranya sebagai berikut:

a. Menentukan Panjang Rivet

Batasan panjang rivet yang dibutuhkan sebelum dipasang, tergantung pada ketebalan komponen yang digabung dan diameter rivet yang digunakan. Dibawah ini diperlihatkan panjang rivet yang sebenarnya.



Panjang rivet dengan rumus  L = S+H dimana :

S = (s1 + s2 + ... ) tebal komponen keseluruhan.
H =  1,5 d, untuk allumunium alloy rivet.
        1,0 d, untuk titanium rivet pada light alloy.
        0,8 d, untuk titanium rivet pada steel atau titanium assy.
        0,8 d, untuk monel rivet.

Dalam hal kepala baru rivet rata dengan skin (komponen) panjang rivet tersebut adalah sebagai berikut.

L = S+Z , dimana:

S = tebal sheet keseluruhan,
Z = 0,8 d.

Panjang rivet teoritis yang diperoleh dengan cara ini dapat dibulatkan pada panjang standar terdekat khususnya pada alumunium alloy rivet. Dianjurkan agar selalu menggunakan rivet dengan panjang standar, kalaupun menggunakan pemotongan ini adalah operasi yang mahal atau sulit. Karena resikonya besar (sulit menghasilkan shop head yang baik).

b. Tools (peralatan)

Alat-alat (perkakas) untuk pemasangan rivet selain alat yang dipakai pada pembuatan lubang rivet seperti, fastener juga dibutuhkan alat antara lain;

- Rivet Gun, dibuatn dengan berbagai macam type dan ukuran, alat ini digerakkan oleh udara bertekanan (air compressor) bertekana 6 bar (87 psi). Kemudian juga dilengkapi regulator untuk mengatur tekanan yang dihasilkan udara untuk besar pemukulan yang diharapkan. Rivet Gun dilengkapi dengan rivet set, sebagai alat pemukul rivet (head rivet) dengan bentuk dan ukutan sesuai dengan diameter rivet bersangkutan.

- Bucking Bar (landasan) merupakan landasan penahan tangkai rivet sewaktu operasi pemasangan rivet. Landasan ini dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran berat sehingga memungkinkan pemakaian pada berbagi lokasi maupun diameter rivet yang berbeda. Berat bucking bar erat hubungannya dengan besar diameter rivet

Hubungan diameter dengan berat bucking bar.

 Diameter Rivet Berat Bucking Bar
3/32" (2,4 mm) 2 -3 lb (1 - 1,5 kg) 
1/8"   (3,2 mm ) 3 - 4 lb ( 1,5 - 2 kg)
5/32" (4 mm ) 3,5 - 4,5 lb (1,75 - 2,25 kg)
 3/16" (4,8 mm )  4 - 5 lb (2 - 2,5 kg)
 1/4" (6,4 mm ) 5,5 - 6,5 lb ( 2,72 - 3,25 kg)

- Langkah-langkah dalam proses pemasangan Rivet

1) Straight method, cara dimana kepala rivet diletakkan pada landasan tetap sedang tangkai (shank) rivet diberi pembebanan secara pukulan maupun tekanan ( Compressor ). Cara ini banyak dilakukan dengan alat:

a) Hand Riveting 
Dilakukan pada komponen kecil. proses riveting cara manual ini adalah dengan menggunakan palu (hammer) sebagai alat pemukul.

b) Compressor riveting
Untuk sejumlah rivet yang terpasang pada sisi sheet, dapat dipergunakan compression atau squeezer reveter. Penggerak alat ini adalah udara bertekanan. Kepala lama rivet  ditempatkan pada rivet set di stationary jaw, sedang tangkai rivet (shank) akan tertekan rivet set pada movable jaw.

2) Resesserve Method, cara dimana kepala rivet dipukul dengan rivet set, sedang tangkai ditahan pada landasan. Metoda ini dilakukan dengan penggunaan rivet gun,  cara ini merupakan cara yang umum dipakai pada pemasangan jenis rivet solid shank.

c. Kualitas rivet yang diinginkan

Hasil riveting yang baik haruslah memenuhi ketentuan, ukuran-ukuran yang telah ditetapkan seperti dibawah ini;

- Tidak ada cacat pada komponen maupun rivet.

- Rivet Lay-out sesuia dengan ketentuan.

- Ukuran Shop Head memiliki ukuran :
   Diamater Shop Head = 1,5 d
  Tinggi Shop Head      = 0,5 d, dengan ketentuan segaris dengan kepala lama maupun tangkai rivet, disamping itu tidak terdapat retak-retak.

- Khusus rivet heat treatment tidak melampaui batas pemakaian.

- Tidak ada cacat pada permukaan skin maupun rivet.

- Kontak permukaan kedua part  haruslah baik.

- Kedudukan Shop Head haruslah sepusat dengan lubang rivet.

d. Membongkar Rivet yang Kualitasnya Jelek

Bilamana rivet yang terpasang ternyata tidak memenuhi persyaratan yang dihrapkan sesuia dengan ketentuan shop head , maka rivet tersebut harus dibongkar. Dua metoda pembongkaran rivet yang umum dilakukan  diantranya ;

1) Mengunakan Centre Punch

- Pukul centre punch terhadap rivet yang akan dibongkar hingga menghasilkan titik.

- Lakukan pengeboran pada titik tadi hingga kedalaman tinggi kepala rivet.

- Membuang kepala rivet yang sudah di bor dengan pahat.

- Langkah terakhir gunakan pin punch untuk menghilangkan tangkai rivet pada lubang rivet.

2) Menggunakn mata bor langsung

- Putar chuck drill gun dengan menggunakan mata bor pada kepala rivet hingg menghasilkan titik.

- Setelah menhasilkan titik lakukan pengeboran secara perlahan sampai kepala rivet lepas.

- Langkah terakhir gunakan pin punch untuk menghilangkan tangkai rivet.

e. K3LH Selama Proses Riveting

Pada waktu pemasangan rivet dan persiapan lubang dimana timbulnya kebisingan yang tinggi dan beram-beram yang halus maka perlu memakai pelindung diri berupa:

- Penggunaan kaca pelndung mata

- Ear plug pelindung telinga

- Safety Gloves pelidnung tangan-

Post a Comment for "MEMASANG RIVET"