Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

LATAR BELAKANG MAINTANANCE


Dalam lingkungan indusri yang kompetiitif hingga hari ini, keberlanjutan bisnis mengharuskan produsen untuk memanfaatkan setiap kemungkinan keuntungan. Perusahaan harus melakukan perampingan dalam manufaktur ( lean manufactruring) untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Demikian pula,  banyak perusahaan yang berinisiatif untuk peningkatan kinerja dalam hal pemeliharaan dan keandalan. Dengan adanya proses lean manufacturing ini terbukti terdapat 300 lebih langkah perubahan dalam pemeliharan terhadap 500 perusahaan besar mampu merampingkan perawatan terhadap industri bidang otomotif, produk konsumen, makanan, bahan kimia, farmasi, dan industri pembangkit listrik. Semua bidang industri telah melewati penelitian selama 25 juta jam pengalaman setiap tahun dalam operasi didalam fasilitas, pemeliharaan, dan dukungan teknis.

Dalam mengukur kinerja modal atau aset ada 3 ukuran yang sangat umum digunakan dinataranya adalah sebagai berikut:

  • Return of Net Asset (RoNA) adalah penghasilan sebelum bunga dan pajak (EBIT) dibagi oleh nilai modal / aset. RoNA ini berhubungan erat dengan nilai saham untuk perusahaan industri besar.
  • Return of Capital Employed (RoCE) bisa dihitung dengan berbagai cara. Langkah yang baik digunakan yaitu fasilitas baru 100 perusahaan besar atau Net Present Value (NPV) dibagi dengan fasilitas lama atau fasilitas yang sedang digunakan ( initial facility investment).
  • Ada beberapa perusahaan juga sebagai tolak ukur kinerjanya dengan Economic Value Added (EVA), yang memberi potongan terhadapa semua arus kas aset. Untuk langkah perubahan kinerja aset, kita perlu fokus pada aset yang dimiliki perusahaan yaitu, orang, bahan baku, modal kerja, dan modal investasi. Kebanyakan perusahaan mencoba menggerakkan elemen-elemen ini dengan pengatuaran jumlah karyawan dan pengurangan anggaran. Langkah ini menghambat terhadap peningkatan kinerja berkelanjutan. Langkah perubahan yang tepat adalah bagaimana cara menemukan proses perbaikan kerja untuk mendorong peningkatan hasil kerja tentunya untuk mendapatkan uang.
Dari hasil analisis performa kinerja dapat disimpulkan bahwa pendekatan terbaik adalah fokus pada peningkatan perampingan, baik itu pemeliharaan dan juga keandalan. Kita harus menstabilkan proses produksi melalui peningkatan keandalan peralatan, sehingga mampu mensinergikan dengan perampingan dalam proses kerja, penanganan bahan baku, dan perampingan proses menjadi barang jadi.

Setiap fasilitas manufaktur di tiap perusahaan pasti menginginkan sistem dan peralatan produksi selalu beroperasi dan siap dioperasikan. Kemudian keandalan sistem dan peralatan produksi juga dapat diandalkan, ketika semuanya dalam kondisi handal tidak terjadi break down, efek nya juga terhadapa output  pabrik menjadi lebih maksimal dan kualitas produknya juga tinggi minim terjadinya cacat produksi atau error ketika proses produksi sehingga tidak efisien.

Kita selalu menginginkan setiap proses atau peralatan termasuk mesin bekerja secara sempurna. Namun perlu diketahui kita bukan Tuhan, tentu semuanya yang diciptakan pasti ada kekurangan dan kelemahan. Pasti selama proses produksi akan terjadi Break Down  nya karena hal ini adalah normal. seperti kualitas rendah, kerugian, dan telatnya pengiriman produk kepada konsumen. Semua masalah ini bisa dianalis dengan cara melihat seberapa rutinkah atau terjadwal sebuah pabrik, fasiltas, atau perusahaan dalam merawat peralatan atau mesin produksinya. Jadi dalam masalah ini kita tentu fokus terhadap proses pemeliharaanya.

Pencapaian tertinggi dari keandalan dan pemeliharaan operasi manufaktur atau proses produksi diantaranya sebagai berikut:

  1. Biaya Unit Produksi Rendah
Biaya unit produski merupakan satu diantara variabel yang sangat menentukan terhadap keuntungan perusahaan. Biaya ini dihitung secara sederhana dengan menjumlahkan semua biaya manufaktur dengan jumlah produski. Dengan perbaikan keandalan berdampak pada biaya unit produksi yaitu dengan mengurangi biaya manufaktur dan dengan meningkatkan jumlah produksi.

      2. Mengurangi Biaya Maintanance

Peningkatan keandalan menghasilkan biaya perawatan yang lebih rendah. Agar aset ini tidak mengalami kerusakan makan dilakukan penjadwalan yang teratur dan terjadwal, memungkinkan produksi lancar sehingga menghasilkan efisiensi berlipat-lipat karena tidak ada kendala.

     3. Stabilitas Proses Yang Baik

Kerusakan peralatan jika tidak terhindarkan menghasilkan gangguan proses. Memang kondisi stabil itu sulit, seorang engeneer hanya mampu mengurangi dan memperbaiki ketidakstabilan tersebut tanpa menghilangkannya, namun jika hal ini terus dibiarkan akan mempengaruhi terhapa hasil produksi nya tidak sesuai apa yang kita inginkan. Namun jika keandalan prose ini diperbaiki, maka mampu mengurangi kegagalan variabel dan kapabilitas proses meningkat. Hasil dari kapabilitas ini akan menhasilkan lebih satbil, sesuai dengan prediksi proses manufaktur.

     4. Memperpanjang Masa Pakai Peralatan

Banyak sekali organisasi atau perusahaan yang mengalami kerugian besar akibat dari kerusakan peralatan / mesin padahal peralatan / mesin tersebut baru beberapa tahun dipakai untuk produksi. Hal ini terjadi karena sistem pemeliharaan dan perawatan tidak terencana dan tidak terjadwal padahal peralatan atau mesin merupakan aset jangka panjang organisasi atau perusahaan.

     5. Mengurangi Pemeliharaan Suku Cadang

Semua organissai memerlukan beberapa tingkat investasi suku cadang untuk memastikan suku cadang yang tepat akan tersedia saat dibutuhkan. Dengan adanya lean manufacturing  mampu merampingkan proses produski dengan memprediksi jumlah suku cadang yang dibutuhkan, sehingga sedikit penumpukkan digudang dan mampu juga mengurangi biaya pemeliharaan suku cadangannya.

     6. Mengurangi Lembur

Lembur bagi karyawan merupakan pundi-pundi dolar tambahan apalagi lembur di hari sabtu dengan bayaran lebih tinggi, namun tidak bagi perusahaan ini merupakan beban perusahaan yang mana mau tidak mau haru dikeluarkan demi tercapainya target produksi untuk memenuhi permintaan konsumen. kenapa bisa pemeliharaan peralatan dan mesin mampu mengurangi biaya lembur ? Jawabannya karena jika terjadi kerusakaan ditengah produksi maka akan menghambat operator produksi dalam memenuhi target produksi yang tadinya produski harus beres pada hari Jumat dikarenakan ada masalah pada peralatan atau mesin akibatnya harus dilanjutkan pada hari Sabtu dimana haru menambah biaya upah lembur bagi operator produksi.

Demikian uraian singkat mengenai pencapaian tertinggi jika sebuah perusahaan mampu menerapkan atau menjaga keandalan dan pemeliharaan dalam operasi manufaktur atau proses produksi. Uraian singkat ini juga merupakan pendahuluan mengenai bagaimana pembahasan tentang Maintanance Engineering yang akan dibahas pada postingan-postingan berikutnya.



Post a Comment for "LATAR BELAKANG MAINTANANCE"