Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PENGERTIAN RIVET


Rivet adalah suatu metal pin yang digunakan untuk mengikat atau menggambungkan dua atau lebih komponen (sheet metal), plates. Kepala rivet yang asli (rivet head) dibentuk pada salah satu ujungnya sewaktu dibuat pabrik rivet. Sedang kepala baru (shop head) dibuat dalam proses riveting. Proses Riveting itu sendiri merupakan kegiatan untuk penguatan maksudnya menyambungkan skin pesawat terbang dengan struktur pesawat lainnya secara bersama. Dalam bentuknya rivet dibuat dalam dua kelompok utama yakni:

a. The solid Shank Rivet
b. The special / blind rivet 

The Solid Shank Rivet

Jenis rivet ini merupakan rivet yang umum dipakai mengingat material rivet dapat dengan mudah disamakan dengan material komponen, hal tersebut menghindari masalah timbulnya korosi pada ikatan (rakitan). Rivet ini terdiri dari kepala yang dibentuk sesuai pabrikan, batang, dan driven head atau bisa disebut dengan bagian yang nantinya akan membentuk kepala baru setelah proses riveting atur shop head seperti yang sudah dijelaskan pada pengertian rivet diatas.  Kepala baru terbentuk atau dibentuk karena tekanan oleh rivet gun atau rivet squeezer. Kemudian lubang skin atau lubang apa saja yang akan dirivet harus pas dengan ukuran batang rivet ketika di bor. Adapun ada hal yang perlua diperhatikan sebelum penggunaan jenis rivet ini, diantaranya sebagai berikut:

A. Material (Komposisi Rivet)

Solid-Shank Rivet mayoritas dibuat dengan beberapa jenis metal dan berbagai paduannya untuk menghasilkan karakter kekuatan yang diinginkan ketika penggunaannya. Perpaduan metal dan paduannya ini dapat dilihat pada list penggunaan rivet, jika teman-teman ingin memparktekan di aircraft, maka teman-teman akan menemukan penjelasan mengenai jenis material ini pada list khusus didalam Structure Repair Manual

Walaupun rivet dapat dibuat dalam berbagai macam material, akan tetapi untuk A/C Struktural banyak menggunakan paduan alumunium disamping paduan lainnya, untuk lokasi dan kondisi tertentu misal untuk; kekuatan lebih tinggi, lokasi korosif dan lokasi temperatur tinggi bahkan pengikatan material komposit. Dalam pelaksanaan proses pemasangan rivet, material rivet dibagi dua jenis:

1. Rivet siap pakai ( non heat treatment rivet) 

Rivet jenis ini menggunakan paduan-paduan seperti berikut:
1) 5056 Allumunium Alloy, terutama untuk komponen magnesium alloy.
2) 2117 Allumunium Alloy, untuk komponen alumunium paduan dengan kekuatan cukup tinggi, biasanya sudah di treatment dari penyalur.
3) Baja Paduan (Steel Alloy), untuk kekuatan dan daerah korosif.
4) Titanium, terutama digunakan pada daerah-daerah temperatur tinggi, kekuatan besar dan pengikatan komposit material.

Rivet ini tidak memerlukan perlakuan khusus sebelum dilakukan proses pemasangan rivet,

2. Rivet Ice Box (Rivet Heeat Treatment)

Rivet ini selalu ditempatkan di Ice Box karena sebelum dipakai harus terlebih dahulu dilakukan perlakuan khusus untuk mendapatkan kelunakan tertentu selama operasi pemasangan rivet. Paduan utama rivet ini adalah AL-CU (alumunium tembaga). Sebagai contoh rivet jenis 2017-T dan jenis 2024-T digunakan untuk struktur paduan allumunium, dimana dibutuhkan karena kekuatannya lebih dari rivet yang bahannya terbuat dari 2117-T. Rivet-rivet tersebut harus di lunakkan (annealed) dengan dimasukkan kedalam pendingin (Ice Box) hingga siap digunakan. Setelah diambil dari pendingin rivet jennis 2017-T digunakan setelah didiamkan terlebih dulu selama 1 jam, sedangkan jenis rivet 2024-T didiamkan hanya selama 10 sampai 20 menit sebelum digunakan. 

B. Part Number Rivet

Part Number ini menerangkan bahwa berbagai hal tentang rivet, yang mencakup bentuk kepala material rivet maupun ukuran-ukuran rivet tersebut.

Untuk kelengkapan data-data part number, akan dibahas masing-masing bagian seperti dibawah ini.

a. Head Style of rivet (Bentuk/Jenis-jenis Kepala Rivet)

Bentuk kepala rivet disesuaikan dengan lokasi pemakaian rivet, dimana masing-masing lokasi menuntut suatu persyaratan tertentu.
Adapun lokasi untuk penyesuaian bentuk kepala rivet adalah sebagai berikut:

- Interior Sub Assembly

Dalam pemilihan rivet didasarkan pada kekuatan terhadap pembebanan baik berupa tension maupun shear strenght karena umumnya yang digabung terutama kerangka (frame, rib, dan lain-lain). Bentuk kepala rivet yang umum dipakai adalah Round Head (MS-20430, AN-430, AN-435) beban tension terjadi, Flat Head (MS-20442, AN-442, AN-441) tension lokasi sangat sempit, dan Universal Head (MS-20470, AN-470).

- Exterior Sub Assembly 

Lokasi ini didasarkan pada pengaruh aerodynamic drag, sehingga didapatkan aliran udara yang mulus (smooth) sewaktu melewati skin, bentuk kepala yang umum dipakai adalah 100 derajat Countersunk Head (MS-20426/AN-426) dan Universal Head (MS-20470/AN-470).

Rivet diidentifikasikan dengan kode MS merupakan singkatan dari Military Standard atau sering juga dengan kode AN merupakan singkatan dari Army-Navy kedua kode ini merupakan kode yang sangat sering digunakan hingga sekarang ini. 

C. Ukuran Rivet

Ukuran rivet dilihat dari besar diameter tangkai (shank) dan panjang rivet tersebut juga yaitu tangkai rivet tersebut tanpa panjang kepala tetapi tangkainya saja. Adapun panjang rivet bervariasi, tergantng diameter rivet mulai dari panjang 5 mm s/d 56 mm, dimana masing-masing diamter memiliki minimal dan maksimal. Hal itu dipengaruhi adanya batasan tebal sheet yang dapat digabung pada suatu diameter tertentu.


Post a Comment for "PENGERTIAN RIVET"