Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Struktur Organisasi Maintanance


A. Otorisasi Dalam Pelaporan

Banyak yang merasa bahwa departemen pemeliharaan itu dianggap baik jika setiap pelaporan itu langsung ke manajemen puncak. Justru departemen yang baik adalah jika sebuah perusahaan membebaskan manajemen khusus untuk pemeliharaan sebagai keberhasilan dalam mengelola departemen pemeliharaan sehingga mampu secara objektif mengelola semua fungsi pemeliharaan. Alasan ini diperkuat oleh beberapa pabrik tertentu tidak adanya efektivitas bila semua kegiatan departemen pemeliharaan harus selalu rutin melaporkan semua kegiatan atau keuangan kepada manajemen puncak artinya departemen pemeliharaan pada sebuah pabrik harus berdiri sendiri.

Jika pengawasan pemliharaan menganggap dirinya bagian dari produksi dan kinerjanya dievaluasi dalam konteks ini, maka harus melapor kepada otoritas yang bertanggung jawab pada pabrik tersebut. Kebutuhan otoritas sering selalu ditekankan untuk kelompok layanan atau staf. Kinerja hanya mengandalkan tulisan dilaporan saja tidak bisa sefektif seperti yang dilakukan oleh koperasi.

Tentu saja tidak praktis bila laporan pemeliharaan diberikan kepada seseorang tanpa penuh otoritas atas sebagian besar operasi. Jadi singktanya departemen pemliharan memiliki otoritas tersendiri dalam pabrik untuk mengelola kegiatannya. Kurangnya otoritas mengakibatkan kesulitan dalam menentukan kinerja kerja karena ada campur tangan manajemen puncak.

Teknik Pemeliharaan harus melaporkan ketingkat yang bertanggung jawab kepada kelompok pabrik yang melayani misalkan manajer pabrik, pengawas produksi, atau manajer manufaktur tergantung organisasinya bagaiman. Kegiatan pelaporan kepada manajemen yang lebih tinggi atau melalui departemen teknik pusat seharusnya tidak ada selama selama ada kejelasan hubungan antar departemen pada pabrik tersebut.

B. Personal Khusu yang Menangani Organisasi Maintanance

1. Engineer yang terlatih. Sebagian percaya bahwa tenaga ahli boleh digunakan dimana saja, keuntungan maksimal yang diambil dari pelatihan dan pengalaman profesional dari orang-orang ini harusnya tidak selamanya untuk menangani tugas pengawasan. Namun pandangan lain juga bahwa teknisi harus dilatih agar semakin baik kemampuannya dibentuk hingga melayani seefektif mungkin. Maka untuk mengatur tenaga ahli yang baik adalah sebagai berikut:

a. Pemanfaatan secara maksimum sesuai dengan background engineer tersebut.

b. Mempertahankan pendekatan profesional untuk masalah pemeliharaan

c. Kemungkina yang lebih besar bahwa pemikiran jangka panjang akan diterapkan, yaitu dengan membuat pemikiran tidak ada kerusakan namun selalu memikirkan bagaimana sebelum kerusakan dapat dicegah.

d. Pengembangan individu yang nonteknis untuk posisi tanggung jawab yang lebih tinggi.

Kemudian dalam menggabungkan keterampilan teknik dan pengawasan adalah sebagai berikut ;

a. Pematangan personal yang baru lulus dengan cepat bekerja sama dengan sekolah kejuruan.

b. Performa kerja yang semakin cepat melalui jalur komunikasi yang lebih pendek.

c. Kemungkina pengurangan atau penambahan pengawasan dalam organisasi.

d. Mampu menangani personil agar bisa beradaptasi dengan lingkungan pabrik.

e. Kurangi ketahanan terhadap ide-ide baru (harus inovatif).

2. Staf Khusus. Penggunaan jumlah staf khusus seperti tenaga ahli listrik, instrumen, metalurgi, tergantung pada ketersediaan, kebutuhan akan spesialisasi, dan ekonomi konsumen. Bianya lebih rendah dibandingkan dengan mempekerjakan staf ahli.

3. Personal Administrasi. Dokumen harus dikonsistenkan seminim mungkin dengan operasi yang baik dan kontrol yang baik. Staf administrasi harus dirancang untuk meringankan pengawasan dokumen rutin yang dapat ditangani.

Jumlah staf yang bertugas dibidang ini bervariasi dari 1 per 100 karyawan, 1 per 20 karyawan hinga 25 karyawan. Staf ini dapat melaporkan di setiap tingkat organisasi atau dapat dipusatkan sebagai bukti. Biasanya struktur organisasi ini bersiaft Hierarki memungkinkan 1 supervisi membawahi beberapa personel yang disusun tanggung jawabnya secara jelas.






Post a Comment for "Struktur Organisasi Maintanance"