Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Klasifikasi Baja Tahan Karat

 


Baja tahan karat digolongkan secara metalurgi menjadi baja tahan karat austenit, baja tahan karat ferit, baja tahan karat martensit, dan baja tahan karat tipe pengerasan presipitasi. Berikut adalah penjelasan dari golongan-golongan Baja tahan karat tersebut.

1.    1. Baja Tahan Karat Martensit

Disebut baja tahan karat martensit, karena paduan ini dapat diperlakukan panas (heatreatment) seperti baja karbon biasa, dimana kekuatan tariknya dapat ditingkatkan dari 80.000 Psi sampai 200.000 Psi, kekerasan tinggi juga dapat dicapai dengan perlakuan panas ini.

 Komposisi baja tahan karat ini adalah 12-13 % Cr dan 0,1 – 0,3 % C. Ketahanan korosi jenis baja ini adalah lebih rendah dibandingkan dengan baja tahan karat austenite. Baja paduan ini biasanya digunakan untuk lingkungan korosif yang sedang sampai cukup dan kekuatan/kekerasan tinggi.

2.   2. Baja Tahan Karat Ferit

Baja tahan karat ini ditandai dengan ferit yang tidak dapat dikeraskan (non hardenable steels), karena baja ini tidak mengalami high temperature phase transformation, oleh karena itulah baja ini tidak dapat diperlakukan panas. Baja tahan karat ferit adalah baja yang mengandung Cr sekitar 16-18 % atau lebih. Baja jenis ini memiliki ketahanan korosi yang baik diatmosphere, walaupun baja tahan karat ferit tidak tahan terhadap asam seperti HCL.

3.   3. Baja tahan karat austenite

Baja jenis ini mengandung 16-26 % Cr dan 6-22 % Ni. Kandungan karbon yang rendah (0,08% C) untuk mengurangi terjadinya pengendapan karbida. Penambahan unsur paduan nikel dan chrom yang tinggi, bertujuan untuk menstabilkan austenite pada temperature kamar. Baja ini tidak magnetik dan tidak dapat dikeraskan (non hardenable). Ketahanan korosinya lebih baik dalam kondisi lingkungan oksidasi juga sangat baik,  dan mampu bentuk dan mampu las.

Ion-ion Chlorida akan mengurangi ketahanan korosi baja ini, karena zat ini dapat secara cepat menyerang film proteksinya. Kombinasi ion-ion chlorida dengan stress dapat menimbulkan korosi tegangan retak (stress corrosion cracking). Sistem ini dinyatakan dengan baja 18 % Cr dan 8% Ni atau sering disebut juga dengan istilah baja tahan karat delapan belas delapan.

4.   4. Baja Tahan Karat Pengerasan Presipitasi

Baja tahan karat ini merupakan baja yang dapat dikeraskan (hardened) dan diperkuat (strengthened) dengan solution-quenching kemudian dipanaskan untuk suatu waktu yang ditentukan pada temperature kira-kira 427-538 derajt Celcius. Kekuatan tariknya dapat mencapai hinga 1375 Mpa (200.000 Psi). Pada dasarnya menggunakan mekanisme penguatan presipitasi atau pengerasan endapan.

Unsur-unsur paduan yang membentuk endapan adalah : Mo, Ni, dan Al. Baja tahan karat ini sangat banyak digunakan untuk industry pesawat terbang dan industry peluru kendali (missile) dibawah kondisi korosi yang cukup. Ditinjau dari struktur utamanya, jenis paduan ini dapat dibagi kedalam tiga kelompok yaitu:

- Martensit

- Austenit

- Semiaustenit

Jenis martensit antara lain mengandung 15-17 % Cr, 4-5 % Ni, dan kadar karbon yang rendah. Kadar karbon yang rendah menyebabkan sifat mampu las yang cukup baik demikian pula ketahanan korosi dan ketahanan impactnya, kekerasan dan kekuatannya tinggi disamping itu ketahanan erosi juga cukup tinggi. Salah satu jenis martensit yang umum 17-4 PH (martensit, 17% Cr- 4% Ni – 4% Cu – 0,06% C- 0,35 % Nb).




Post a Comment for "Klasifikasi Baja Tahan Karat"