Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Titanium Paduan

 


TITANIUM PADUAN

Titanium mempunyai massa jenis 4,50 Mg/meter kubik. Massa jenis titanium sangat dipengaruhi oleh penambahan unsur paduan, kadar alumunium yang tinggi dapat mengurangi massa jenis titanium paduan. Titanium murni memiliki kemampuan mempassivasi dalam larutan. Oleh sebab itu titanium ini memiliki ketahanan yang luar biasa terhadap cairan korosi (lingkungan lembab). Sifat ketahanan korosi titanium murni ini menjadikan sifat titanium paduan juga baik ketahanan korosinya, walaupun tidak sebaik titanium murni. Titanium tahan terhadap oksidasi hingga mencapai temperature 593 derajat celcius, akan tetapi melupakan logam yang reaktif yang dapat menangkap dan melarutkan secara interstitial elemen-elemen oksigen, nitrogen, dan hodrogen.

 

Temperatur cair titanium sangat tinggi yaitu 1668 derajat celcius, akan tetapi tranformasi allotropic dari hexagonal close-packed (HCP) atau phasa alpa terjadi pada temperature rendah dan menjadi body centered cubic (BCC) atau phasa beta sekitar temperature 882 derajat celcius. Temperatur transformasi merupakan fungsi dari kandungan unsur paduan yang sangat kuat dipengaruhi oleh elemen-elemen interstitial oksigen, nitrogen dan juga karbon. Beberapa elemen mempromosikan temperature transformasi yang lebih tinggi (alpha stabilizer) dan beberapa elemen lagi mempromosikan temperature transformasi yang lebih rendah (BETA STABILIZER). Titanium paduan dibagi dalam tiga kelas yaitu:

1.      1. Alpha

2.        2. Alpha-Beta

3.       3. Paduan Beta

Dan kemudian dikembangkan lagi menjadi near-alpha alloy. Lalu sampailah titanium menjadi suatu penandaan komposisi dan modifikasi struktur melalui proses mekanik panas (thermal mechanical procession). Terjadinya modifikasi bilamana perlakuan panas diaplikasikan terhadap titanium paduan, karena memungkinkan terjadinya penambahan phasa. Transformasi phasa beta dapat menjadi phasa alpha martensit dibawah pendinginan. Ditambahkan bahwa phasa-phasa sekunder dapat mengendap (presipitation) atau terbentuk dengan sengaja menambahkan unsur-unsur paduan. Phasa-phasa seperti omega, alpha two (Ti-Al), interface phase dan gamma (TiAl) memainkan peranan yang penting dalam sifat titanium paduan. Kenyataan bahwa bentuk alpha two dan gamm merupakan basis potensila untuk sistim paduan baru (new alloy systems).

Heat Treatment Titanium dan Titanium Paduan:

Tujuan perlakuan panas (heat treatment) pada titanium paduan adalah:

1.      - Untuk mereduksi tegangan sisa yang berkembang selama operasi-operasi fabrikasi dengan proses stress relieving.

2.   - Untuk mendapatkan kombinasi sifat optimal ductility, machinability, dimensional dan stabilitas structural dengan proses annealing.

3.    - Untuk meningkatkan kekuatan (strength) dengan proses solution treating dan aging.

4.    - Mengoptimalkan sifat-sifat khusus seperti : Fracture toughness, fatigue strength dan high temperature creep strength.

Post a Comment for "Mengenal Titanium Paduan"